Dekan Fakultas Syariah Dorong Solusi Fiqh Pekerja Migran Muslim Indonesia di Luar Negeri
Admin Laaroiba | 12 September 2024 | Dibaca 557 kali |

Focus Discussion Group (FGD) buku Pedoman Fikih di Luar Negeri di Fakultas Syariah UIN SAIZU Purwokerto, Selasa (10/9/2024)

Dalam rangka memperkuat pemahaman dan penerapan pedoman fikih bagi Migran Muslim Indonesia di luar negeri, Universitas Islam Negeri KH Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema "Pedoman Fikih di Luar Negeri" pada Selasa (10/9/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk menggali dan merumuskan panduan fikih yang sesuai dengan kondisi diaspora Muslim Indonesia di berbagai belahan dunia.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan, para Guru Besar, serta dosen-dosen di lingkungan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri KH Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto di Banyumas Jawa Tengah. Diantara  naras sumbernya adalah, Prof, Dr. KH Ansori, M.Ag, (LPPM UIN KH Saipuddin Zuhri Purwokerto), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH.,M.Fil.I, CLA.CWC (Direktur Womester), Dr. H. Supani, MA ( Dekan Fakultas Syari’ah UIN SAIZU) dan KH. Moh. Romli, M.Pd.I (Dekan Fakultas Syari’ah IAI-Nasional Laa Roiba Bogor).

Salah satu nara sumber utama dalam acara tersebut adalah K.H. Moh. Romli, M.Pd.I, Dekan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Nasional (IAI) Laa Roiba Bogor. Beliau juga merupakan salah satu anggota Komisi Fatwa MUI Pusat.  Dalam diskusi tersebut, Romli menekankan pentingnya menyusun pedoman fikih yang relevan dengan kondisi yang dihadapi oleh para Pekerja Migran Indonesia. “FGD ini penting untuk mendapatkan masukan yang lebih baik terhadap buku pedoman ini. Buku ini menawarkan solusi bagaimana cara para Migran Muslim Indonesia bisa tetap menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman meskipun berada di negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim," ujar Romli.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh pekerja migran Muslim, terutama dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari di negara-negara seperti Hong Kong, yang memiliki konstitusi, regulasi, dan budaya yang berbeda dari Indonesia. “Mereka (pekerja migran) sering kali menghadapi kebingungan dalam praktik ibadah karena situasi yang berbeda jauh dengan di tanah air. Oleh karena itu, kami di Womester (World Moslem Studies Center) berupaya memberikan panduan yang bisa membantu mereka," jelas Romli, yang telah melakukan pengabdian di Hong Kong.

Dalam acara tersebut, Prof. Dr. H. Ansori, M.Ag, Guru Besar UIN SAIZU, menyambut baik gagasan penyusunan buku tersebut. Ia menambahkan bahwa pedoman fikih di negara-negara dengan minoritas Muslim sangat diperlukan untuk memudahkan umat Islam menjalankan ibadah.

K.H. Romli berharap, sinergi antara Fakultas Syariah IAI-Nasional Laa Roiba, UIN SAIZU, dan Womester dapat membawa manfaat dan berkah bagi semua pihak yang terlibat. “Semoga kerjasama ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi institusi kita semua,” pungkasnya.


BAGIKAN :