Bogor — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti peringatan Milad ke-31 Institut Agama Islam Nasional (IAIN) Laa Roiba Bogor yang diselenggarakan bersama anak yatim dan dhu’afa dan dikemas dengan rangkaian kegiatan buka puasa bersama. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar pada tanggal 9 Maret 2026 dan dihadiri oleh para pejabat struktural, dosen tetap, mahasiswa, anak-anak yatim dan dhu’afa, serta warga masyarakat di sekitar lingkungan kampus.
Peringatan milad kali ini tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan panjang institusi pendidikan tersebut, tetapi juga menjadi ajang memperkuat kepedulian sosial dan spiritualitas sivitas akademika. Melalui kegiatan santunan dan tausiyah, seluruh peserta diajak untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus mempererat ukhuwah dalam suasana bulan suci.
Rektor IAI Nasional Laa Roiba, Dr. Hj. Ernawati, SE., M.d., dalam sambutannya menyampaikan bahwa milad ke-31 merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen institusi dalam membangun pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan nilai-nilai keislaman yang kuat.
“Peringatan milad ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi bagi kita semua untuk terus menumbuhkan rasa syukur atas perjalanan panjang Laa Roiba selama 31 tahun. Kebersamaan dengan anak-anak yatim dan dhu’afa ini menjadi pengingat bahwa keberkahan sebuah lembaga juga ditentukan oleh kepedulian sosial dan kebermanfaatannya bagi masyarakat,” ujar Dr. Hj. Ernawati.
Acara milad semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Dr. KH. Asep Nuhdi, M.Pd. sebagai penceramah utama. Dalam ceramahnya yang mengangkat tema “Bersyukur dalam Kebersamaan, Menggapai Cinta Ilahi di Bulan Suci”, beliau mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan bulan suci sebagai momentum memperkuat iman, meningkatkan amal, serta memperluas kepedulian terhadap sesama.
Menurut beliau, rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata seperti berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
“Kebersamaan dengan anak-anak yatim dan dhu’afa ini adalah wujud nyata dari rasa syukur kita kepada Allah. Ketika kita berbagi, sesungguhnya kita sedang menanam kebaikan yang akan kembali kepada diri kita sendiri,” ungkap Dr. KH. Asep Nuhdi dalam tausiyahnya.
Rangkaian acara milad juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan dhu’afa, doa bersama, serta silaturahmi antara sivitas akademika dengan masyarakat sekitar kampus. Kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa perjalanan 31 tahun Laa Roiba tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
Melalui peringatan milad ke-31 ini, IAI Nasional Laa Roiba berharap dapat terus memperkuat peran strategisnya sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang berkontribusi dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi di tengah masyarakat.
#papabeb