Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) kembali menunjukkan inovasi dalam pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS). Kali ini, mahasiswa diberi tantangan untuk membuat proyek berupa film sebagai bentuk evaluasi pembelajaran. Proyek ini dirancang untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa sekaligus memberikan pengalaman praktis dalam dunia penyiaran dan komunikasi.
Kegiatan UAS ini bertujuan untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam berbagai aspek produksi film, mulai dari penulisan skenario, pengambilan gambar, editing, hingga penyampaian pesan yang relevan dengan nilai-nilai Islam. Dalam proyek ini, mahasiswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan diberikan waktu untuk merancang konsep film mereka secara mandiri.
Dosen pengampu mata kuliah Produksi Sinetron dan Film Dakwah, Nurazhima, M.Sos, menjelaskan bahwa pelaksanaan UAS berbasis proyek ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam karya nyata. “Melalui pembuatan film, mahasiswa tidak hanya belajar teknis produksi, tetapi juga mengembangkan kemampuan kerja tim, manajemen waktu, dan penyampaian pesan yang kreatif dan efektif,” ujarnya.
Sedangkan Dosen Mata Kuliah Sinematografi, Hari Rahman Hakim, M.Sos, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam proyek pembuatan film ini memberikan kesempatan untuk memahami secara mendalam aspek teknis dan artistik sinematografi. "Mahasiswa diajak untuk menerapkan prinsip pencahayaan, framing, dan pengambilan gambar yang mendukung narasi film. Selain itu, mereka juga belajar bagaimana visual dapat menjadi medium dakwah yang kuat dan berkesan," jelasnya.
Film yang dihasilkan mahasiswa mencakup beragam tema, seperti pendidikan, sosial, keagamaan, dan kehidupan sehari-hari. Semua film diharapkan membawa pesan moral dan nilai-nilai Islam yang dapat menginspirasi penonton. Setelah proyek selesai, hasil karya mahasiswa akan diputar dalam acara pemutaran film di kampus, sekaligus dinilai oleh tim dosen dan praktisi di bidang komunikasi.
Salah satu mahasiswa, Tariza Sudadih, menyampaikan kesan positif dari UAS berbasis proyek ini. “Meskipun menantang, pembuatan film ini sangat menyenangkan. Kami belajar banyak hal baru, mulai dari cara membuat cerita yang menarik hingga teknis produksi film. Ini pengalaman yang luar biasa dan akan sangat berguna bagi kami di masa depan,” katanya.
Dengan model UAS yang inovatif ini, Program Studi KPI terus mendorong mahasiswanya untuk berpikir kreatif dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya sebatas teori, tetapi juga praktik nyata yang relevan dengan kebutuhan zaman.