Silaturahmi Antara Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta dan IAI Nasional Laa Roiba Bahas Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi bagi Warga Binaan
Admin Website | 11 September 2026 | Dibaca 38 kali |

Jakarta, 10 September 2026 — Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menerima kunjungan silaturahmi jajaran pimpinan Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor pada Kamis, 10 September 2026. Pertemuan yang berlangsung pukul **08.00–10.00 WIB tersebut menjadi momentum strategis untuk membangun sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan program pemberdayaan bagi warga binaan.

Silaturahmi tersebut dihadiri Kalapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, Aliandra Harahap, A.Md.IP., S.H., M.Si., beserta tim. Dari pihak Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba hadir Rektor Dr. Hj. Ernawati, S.E., M.Pd.; Dekan Fakultas Syariah dan Dakwah Dr. H. Asep Nuhdi, S.Th.I., M.Pd.; Kaprodi Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Dr. H. Rianto, M.Pd.; Kaprodi Hukum Keluarga Islam Dr. Abdurrahman Hakim, S.H.I., M.Si.; serta Ustadz Noor Albar, S.Th.I., M.Pd.

Pertemuan yang berlangsung di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta tersebut membahas peluang kerja sama dalam implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung proses pembinaan dan peningkatan kapasitas warga binaan.

Beasiswa SPP Pendidikan hingga 70 Persen

Salah satu agenda penting yang dibahas adalah rencana pengembangan program beasiswa Yayasan Laa Roiba bagi warga binaan. Program tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan bagi masyarakat, termasuk warga binaan yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Untuk jenjang Sarjana (S1), program beasiswa menawarkan potongan SPP hingga 70 persen dengan berbagai pilihan program studi yang telah terakreditasi
Unggul dan Baik Sekali.

Sementara itu, untuk jenjang Magister, tersedia program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan potongan beasiswa hingga 50 persen. Program tersebut didukung oleh tenaga pengajar profesional yang terdiri atas dosen bergelar Profesor dan Doktor, sehingga diharapkan mampu memberikan pengalaman pembelajaran yang berkualitas bagi para penerima beasiswa.

Program pendidikan tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh pendidikan tinggi sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kesiapan kembali ke tengah masyarakat.

PKM Berdampak untuk Warga Binaan

Selain pendidikan formal dan beasiswa, pembahasan juga diarahkan pada pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang berdampak, khususnya dalam bidang pendidikan dan ekonomi kreatif.

Melalui program tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya hadir dalam bentuk kegiatan akademik, tetapi juga mampu menghasilkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung bagi warga binaan.

Bidang pendidikan dapat diarahkan pada kegiatan literasi, pembinaan keagamaan, peningkatan kompetensi, serta kegiatan edukatif lainnya. Sementara bidang ekonomi kreatif dapat dikembangkan melalui pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha produktif yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi mendukung kemandirian warga binaan.

Membangun Sinergi Pendidikan dan Pembinaan

Rektor Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba, Dr. Hj. Ernawati, S.E., M.Pd., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan pendidikan dapat memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat.

Sinergi dengan Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta diharapkan menjadi langkah konkret dalam menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas bagi warga binaan sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial.

Dekan Fakultas Syariah dan Dakwah,  Dr. H. Asep Nuhdi, S.Th.I., M.Pd., menambahkan bahwa kerja sama tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemasyarakatan dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi secara lebih berdampak.

Menurutnya, pendidikan bukan hanya berkaitan dengan memperoleh gelar akademik, tetapi juga merupakan instrumen penting dalam membangun karakter, meningkatkan kapasitas diri, dan mempersiapkan seseorang untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Pertemuan antara jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta dan Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan, khususnya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, pemberdayaan warga binaan, serta program pengabdian yang memberikan dampak nyata.

Melalui kolaborasi tersebut, pendidikan diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi mampu menjadi bagian dari proses perubahan sosial dan pemberdayaan manusia menuju kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan bermartabat.

BAGIKAN :